Saya sudah lama belajar di Darma Art, dan merupakan salah satu murid sejak awal berdirinya Darma Art. Saya sangat senang dengan apa yang saya dapat kan dan saya raih. Mr. Guntur dan Mr. Agung mengajar saya dengan sungguh-sungguh dan tak kenal lelah untuk memberikan ilmu nya kepada saya .Saya sangat bangga mendapat guru yang berprestasi, kreatif dan humoris sehingga saya tidak pernah bosan untuk belajar di Darma Art .Saya selalu disemangati oleh guru ku, dengan cara memberikan ketoprak usai belajar melukis .Dan itu membuat saya selalu giat untuk membuat sesuatu karya yang dapat membuat orang bangga terhadap saya . Pada bulan Desember lalu saya telah menciptakan gambar yang sangat bijaksana dan meraih “Winner Award” lomba lukis Internantional Nueroscience United States Februari 2011. Lukisan lain saya yang membuat mata orang India juri Shankar International Drawing Competition 2010 terpukau sehingga saya meraih penghargaan; dan masih banyak lagi yang saya telah raih karena mempelajari ilmu-ilmu dari guru sakti ku .Kedua guru sakti ku ini membuat hati saya bergerak untuk mengharumkan nama bangsa .Terimah kasih guru ku yang hebat semoga sukses selalu , panjang umur.
Harry Utomo -student of Darma Art February 2011
"Saya hampir setahun belajar melukis di Darma Art. Hari Jumat kemarin, 17 Juni 2010 saya dibagikan raport. Nilai tertinggi saya adalah nilai melukis dan nilai melukis saya paling tinggi dibandingkan teman-teman saya. Saya senang sekali sudah belajar melukis di Darma Art dan mendapat nilai melukis tertinggi"
Adelyn Valencia - student of Darma Art June 2010
"Tujuan awal bergabung agar anak saya (Joan) bisa belajar melakukan sesuatu dengan telaten, hal ini mulai terlihat hasilnya: dulu Joan mewarnai dengan asal2 saja, sekarang sudah jauh lebih rapi & bagus. Hal ini saya yakin pasti berdampak di aspek kehidupannya yang lain. Joan bisa mengeluarkan apa yang ada dipikirannya melalui gambaran tangannya, semakin hari semakin kreatif & ini terlihat dari karya2nya. Kemampuan motoriknya juga berkembang, penggambaran garis2 Joan termasuk tegas untuk anak seusianya. Saya senang anak saya bergabung karena pengajar yang ada sabar & berusaha memahami karakteristik setiap anak, menangani setiap anak sesuai dengan tipe anak tsb. Saya masih ingat ketika awal-awal Joan bergabung, jika tangannya tidak digoyang, dia tidak akan mewarnai, tetapi pengajar tidak 'Give Up' & berkata gak pa-pa, jangan dipaksa. Joan senang bergabung di DarmaArt karena pengajar bisa berkomunikasi dengan bahasa sehari-hari Joan bahasa Inggris, & ketika dulu Joan speak Mandarin. Guntur dan Agung mengajar dari pengalaman mereka melukis sejak masih anak2, sehingga mereka tahu apa yang dirasakan murid-murid. Hari ini anak saya sudah mulai berprestasi. Dan ini saya dapatkan dari inspirasi pengajar yang ada.
Maju Terus ya...Go Forth
JBU"
Lim Lina - Joan's mom January 2009
"Saya bergabung di sanggar lukis Darma Art sejak tahun 2008. Menurut saya pengajarnya (ko Guntur dan ko Agung) baek-baek. Selama ini saya belajar melukis dengan cat air. Saya masih ingin belajar melukis dengan kanvas. Saya bersyukur bisa memenangkan lomba lukis internasional neuroscience di Amerika..Thanks ya ko Guntur dan ko Agung dan OM Tante..karena setelah itu adain acara makan-makan barberque dalam rangka ulang tahun ko Agung, yang juga berdekatan dengan ulang tahun saya dan koko saya..hehehe.Meskipun si koko manggangnya ga terlalu ahli karena setengah matang dan gosong-gosong.haha.sukses selalu."
Reinardi Rei - student of Darma Art February 2009
Mengapa melukis?
Sejak awal masa kehidupannya manusia gemar menggores-gores; baik dengan benda yang keras, dengan ujung jari tangan di permukaan tanah. Tujuannya adalah untuk memperjelas pengungkapan atau uraian pikiran, ide, perasaan, dan lain-lain. Menampilkan suatu pemikiran secara visual melalui gambar adalah suatu kegiatan yang relatif mudah dan dapat dilakukan semua orang, termasuk anak. Seni lukis anak dapat menjadi media bagi anak untuk mengungkapkan perasaannya, berkomunikasi dengan lingkungan sekitarnya dengan karakteristik masing-masing anak.
Pendidikan melukis bagi anak tidak hanya melatih ketrampilan tangan, tetapi juga melatih mata, pembentukan persepsi serta menumbuhkan rasa estetika. Pendidikan melukis tidak mutlak menjadikan seorang anak berprofesi sebagai pelukis, tetapi ia dapat menjadi “pelukis” dalam kehidupannya sehari-hari, menjadi seorang yang kreatif, inovatif, dinamis, berjiwa besar dalam keberagaman profesi yang dipilih oleh anak tersebut.
Metode pendidikan yang diterapkan oleh Darma Art bertujuan membantu anak mengembangkan bakat dan kreativitas melukis, menyeimbangkan fungsi otak kanan dan kiri. Dengan sistem kelas non formal, anak dapat belajar melukis secara santai, bebas berekspresi mengungkapkan ide, dan adanya interaksi dengan teman sebaya akan menciptakan suatu iklim kompetisi yang sehat, saling belajar dari kelebihan dan kekurangan masing-masing, dan terus mengasah ketrampilan sehingga ia dapat menjadi “pelukis” sejati dalam kehidupannya.